Latihan Kembali

Dulu, dulu sekali, ketika papa masih kecil, yah waktu itu di desa, bola sepak pun tidak pernah lihat, seingat papa bola yang paling sering dilihat hanyalah bola pingpong. Yup Makhlumlah, olah raga nasional.

Maka, satu-satunya kegiatan yang bisa dilakukan adalah berlari, dan saat itu berlari sangatlah menyenangkan. suasana desa pada tahun 80an hingga awal 90 adalah desa yang masih asri, tanpa kendaraan yang digerakkan pakai bahan bakar fosil, kendaraan yang paling berperan dalam kehidupan sehari-hari adalah kendaraan berroda tiga, yang berangkat dari desa menuju ke kecamatan terdekat, bus sebenarnya ada, tapi untuk jarak yang jauh. Eeeeh, papa dan adik papa, si paman kalian, ataupun teman-teman sedesa lainnya, bersama dengan sebagian besar orang normal yang tidak pernah lihat yang namanya mobil, pasti menderita mabuk darat…setiap kali naik bus, mobil besar bahkan sedan, pasti akan muntah, dan itu terjadi setiap kali, haha, papa masih ingat dengan kejadian yang satu itu, sebelum naik kendaraan pun muntah setengah mati. Memalukan? Tidak juga, itu namanya pengalaman hidup.
Papa masih bisa ingat dengan jelas waktu kecil sebagian waktu tidak pernah pakai sandal, alias telanjang kaki. Sepatu? Eeeeh, kayaknya setelah papa masuk sekolah baru mulai pakai, kenapa tidak pakai sandal mungkin juga diakibatkan saat tahun 80 di jalan masih bersih dari segala macam sampah modern, paling adanya kerikil yang tajam atau …tahi sapi. Haha, kalau sekarang suruh orang kota, atau papa sendiri coba jalan di luar tanpa pakai alas kaki, kaki pasti akan terluka dalam 5 menit pertama.
Kalau diingat-ingat kemampuan lari papa saat itu termasuk oke, pergi ke mana-mana pun suka pakai lari, dari rumah kita ke rumah teman, ke sekolah, ke rumah baru, bermain dengan teman-teman tetangga, atau pergi ke pantai yang di depan rumah baru. Senang sekali bisa merasakan dan mendengarkan angin yang lewat.

Topik kali ini adalah berlari, setelah sekian lama bersantai ria di samping stress berat , bahkan dalam tiga bulan terakhir mengalami kenaikan berat badan hingga 10 kilo, konsekuensinya sangatlah mengerikan, sampai membuat alergi papa kambuh kembali, terpaksa menjalankan terapi berjangka lagi, yah buat setengah tahun ke depan. Dan karena papa mempunyai history alergy, kayaknya masalah ini pun menurun kepada kalian. cece xinxin mempunyai gangguan pernapasan, bukan gangguan besar, tapi ya hampir seperti masalah papa, kadang suka buntu hidungnya. yunaku waktu kecil juga sempat berapa kali menampakkan gejala alergy, telur, kacang bla-bla gitu.

Perubahan dalam hidup terjadilah terus, kalau tidak bangkit melawan, papa pasti akan terhanyut, dalam perjuangan panjang yang akan datang, demi melawan hal-hal yang tidak masuk akal yang dilakukan oleh mama kalian, mesti punya badan yang sehat juga, pikiran yang sehat tentu saja sudah papa punya dari kecil, haha. Selalu optimislah anak-anakku. Dunia ini pasti berbeda dengan apa yang kalian dengar dan rasakan sejak kecil, janganlah putus asa ketika kalian nanti sudah dewasa dan mulai memasuki dunia masyarakat yang nyata, sangatlah tidak muda bagi kalian yang besar di negara Indonesia, tapi papa berharap saat kalian sudah besar nanti, negara ini sudah berubah, setidaknya lebih baik dari yang papa dan orang lain yang menjalankannya, well, pengalaman penduduk indonesia dari tahun 1998 hinggu tahun 2000an bukanlah suatu masa yang menyenangkan, Selalulah percaya bahwa dengan hati yang baik hidup akan punya arti. 

Papa dengan bantuan buku sudah mulai menjalankan pola hidup yang sehat, dan ini tidak mudah. Hampir sebulan berjalan, banyak sekali kebiasaan buruk yang perlu dihilangkan, kebiaasan sehat yang dianut, seperti kurangi makanan sampah, hehe, dihilangkan sama sekali mungkin butuh pengorbanan yang lebih berat, so, dikit dikit hingga hilang. Untuk olahraga yang dijalankan sekarang hanyalah berlari. Alasannya? Murah, papa tidak perlu beli perlengkapan yang berlebihan, cukup sepatu lari yang baru dan bagus, sisanya hanya niat yang kuat.
pelatihan yang dijalankan kali ini pun dengan bantuan dari ahli gizi dan ahli olahraga, pembuatan jadwal selama 13 minggu pun sudah dilakukan, papa yakin rencana perbaikan hidup selama setengah tahun yang sudah mulai ini akan merubah hidup, tidak hanya hidup papa, juga keluarga, teman, dan orang-orang yang di sekitar papa.

Sungguh rindu untuk bertemu.

评论