Bahasa

Blog yang papa buat ini mempunya prosedur tayang yang sedikit rumit.
Secara sederhana, semua materi yang tersaji adalah hasil pengembangan dari buah pikiran yang tiba-tiba melintas, pengalaman papa, kesimpulan dari kejadian harian, dll. semua itu disimpan rapi dalam evernote, app yang paling mudah untuk masalah catatan sehari-hari. Ditulis hingga selesai, kemudian diupload ke Blogger secara copy paste, tapi edit akhir dilakukan di blogger. Evernote hanya menjadi tempat mangkal hingga upload.
Ketika keputusan menyajikan semua ini via internet alias blog tercapai, kesulitan pertama dan yang paling menyakitkan muncul, dalam bahasa apa mestinya papa sajikan.
Blog ini dibuat, diupload dengan harapan menjadi semacam tree hole buat papa, papa rasa dengan traffic internet yang semakin hari semakin kencang, siapa pun bisa bikin blog seenaknya, nyaris setiap detik, minisecond, ada blog yang terupload, kemungkinan kenalan papa menemukan blog ini sangatlah minim, antara sekian jutaan orang di muka planet, gimana mungkin mereka bisa menemukan blog ini? Dan kalau pun mereka menemukan blog ini, selamat!
Mother language papa adalah mandarin, kemudian adalah fujian, barulah bahasa indonesia. Pikiran papa tadinya adalah membuat blog ini sebagai media antar papa dengan kalian, anakku. Perpisahan yang terlalu awal menyakitkan sekali, dengan pertimbangan terburuk bahwa anak yang kedua tidak bisa mengenal papanya sendiri, dipengaruhi berita yang tidak berdasar tentang papanya, dari pada berusaha menjelaskan sejarah keluarga yang tidak menyenangkan ini, tentunya akan membuat air liur beterbangan, air mata berlinang, mendingan sajikan saja dalam bentuk blog. 
Blog memiliki sifat yang sangat aneh, satu sisi mendapatkan balasan dari pemakai internet tentunya akan sangat menyenangkan, teman yang tidak pernah tatap muka? sangat menyenangkan. satu sisi juga, keburukan yang tersajikan begitu mengerikan, tidak sedikit orang yang shock setelah tahu perjalanan pernikahan singkat yang papa lalui, siapa yang ingin keburukan terpampang telanjang? Papa merasa ini adalah cara paling efektif untuk membuat kalian, anakku lebih kenal papa, maka blog pun dibuat.
Lingkungan kalian besar sekarang sudah termasuk sangatlah terbuka buat bahasa mandarin, yang tadinya sempat menjadi sesuatu yang taboo di indonesia, untuk waktu tiga puluh tahun lebih. (hmm, cocok untuk menjadikan topik tambahan ini sebagai halaman blog yang baru.). pendidikan yang akan terima ketika sekolah tentu saja mencakup mandarin, tapi tidak akan sebanyak yang papa harapkan. Cece Xinxin yang sekarang sudah TK pun kesulitan bahasa, sampai tahun kedua di TK pun, masih terkendala, kayaknya papa mesti cari bantuan lagi buat berikan les buat cece. Yuna, di satu sisi tidak dalam lingkungan multi bahasa, papa yakin bahasa indonesia malah akan sangat otentik, haha, sesuatu hal yang lucu, papa tadinya bahasa juga sangatlah authentic, tapi ketika memasuki dunia kerja, logatpun makin menjadi, yah, salahkan lingkungan kerja yang full mandarin!

Pilihan bahasa yang pantas buat kalian dalam membaca blog ini hanya tinggal Bahasa Indonesia, masa kalian yang besar di Indonesia tidak bisa Bahasa….

评论